Ini Dia Tips Cara Memilih Arsitek Profesional

Anda sedang mencari seorang arsitek untuk rumah impian Anda? Tapi masih bingung bagaimana cara memilih arsitek yang profesional. Berikut tips cara memilih arsitek profesional.

Berapa Biaya Arsitek Itu Sebenarnya?

Biaya jasa arsitek mahal ngga ya? Bingung nih... Mau tau berapa biaya jasa arsitek sebenarnya? Simak liputan berikut ini.

Bagaimana Cara Agar Rumah Asri dan Terlihat Nyaman?

Apakah rumah Anda masih terasa kurang nyaman? Jangan panik, berikut tips cara menata interior agar rumah terasa lebih nyaman

Model Rumah Apakah Yang Sedang Ngetrend Di Tahun 2015 Saat Ini?

Anda sedang mendesain rumah, tapi masih bingung menentukan sytlenya. Berikut ulasan seputar gaya style rumah di tahun 2015 ini.

Bagaimana Cara Melakukan Renovasi Rumah Yang Benar?

Anda ingin merenovasi rumah ya? Tapi masih bingung tahap apa yang harus dilakukan. Berikut tips langkah dalam proses renovasi.

Rabu, 25 Februari 2015

Perundingan tentang Perubahan Perilaku Arsitek

perilaku arsitek
Efektifitas kerjasama dapat juga terjadi karena kekurangmampuan para anggotanya untuk menyesuaikan perilaku arsitek dengan perubahan yang terjadi dalam organisasi itu. Hal ini terutama disebabkan karena dengan adanya modernisasi desain tersebut mereka merasa kehilangan kekuasaan dan pengaruh terhadap orang lain. Teknik Perundingan Peranan atau Role Negotiation Technique yang dikembangkan oleh Roger Harrison. Hal ini tercermin dalam kutipan berikut ini Role Negotiation intervenes directly in the relationships of power, authority, and influence within the group. The change effort is directed at the work relationships among members. It avoids probing into the likes and dislikes of members for one another and their personal feelings about one another.

Perundingan antar arsitek berkenaan langsung dengan hubungan-hubungan kekuasaan, kewenangan dan pengaruh yang berlaku dalam kelompok. Usaha modernisasi diarahkan kepada hubungan kerja antar sesama anggota. Ia tidak bermaksud untuk menyelidiki perasaan suka atau tidak suka atau hal-hal yang berhubungan dengan perasaan seseorang terhadap yang lainnya. Sebagai salah satu teknologi Pengembangan Organisasi, maka Teknik Perundingan Peranan akan menggunakan struktur yang sudah ada untuk mengendalikan perundingan diantara pihak-pihak yang berkepentingan. Melalui proses dan kegiatan-kegiatan perundingan terjadi diharapkan terjadi perubahan perilaku arsitek yang bersangkutan secara bertahap.

Perubahan tadi terjadi dalam keadaan bahwa perubahan perilaku arsitek yang satu dari satu pihak diikuti pula oleh perubahan perilaku arsitek pihak lain yang sesungguhnya merupakan suatu proses transaksi. Atau dengan perkataan lain, setiap pihak akan memberikan sesuatu untuk dapat sesuatu. Perubahan perilaku arsitek yang dimaksud adalah perubahan perilaku arsitek kerja yang langsung berkaitan dengan usaha peningkatan efektifitas kerja bersama. Proses perundingan ini terjadi bila ada keinginan dari pihak lain untuk menyatakan secara terus terang agar pihak lain niengadakan perubahan mengenai perilaku arsitek tertentu. Misalnya dapat saja terjadi suatu pihak tertentu datang dengan pernyataan: Saya mengharapkan anda untuk mengadakan perubahan perilaku arsitek anda mengenai sehingga soya dapat melakukan pekerjaan saya dengan lebih baik. Sebaliknya saya akan merubah perilaku arsitek yang menurut anda menghambat efektifitas kerja anda.

Pentingnya penggunaan teknologi sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan efektifitas kerja dilandasi oleh suatu asumsi yang dikatakan oleh Roger Harrison sebagai berikut: 13 Most people prefer a fair negotiated settlement to a state of unresolved conflict, and they are willing to invent some time and make some concessions in order to achieve a solution.

Pada umumnya orang-orang lebih menyukai suatu tempat yang sudah dirundingkan untuk memecahkan konflik, dan mereka bersedia meluangkan waktu dan memberikan konsesi (ijin) tertentu bagi tercapainya suatu penyelesaian. Pelaksanaan dari Teknik Perundingan Peranan ini biasa memerlukan 1 hari kerja untuk perundingan dan dilanjutkan dengan 2 hari diskusi setelah itu dilakukan untuk melihat dampak dari kegiatan itu.

Langkah-langkah yang disarankan oleh Harrison untuk dilakukan meliputi:
1. Contract Setting,
2. Issue diagnosis,
3. Influence Trade or Negotiation.

Pada tahap ini seorang konsultan (dari luar atau dari dalam, seperti Pimpinan) mulai melakukan usaha-usaha untuk meletakkan peraturan-peraturan dasar yang harus diikuti dalam proses perundingan. Pada langkah ini pula mulai diciptakan suatu iklim untuk mendorong terjadinya modernisasi desain.

Beberapa peraturan yang perlu ditegaskan antara lain:
a. Bahwa yang akan disempurnakan adalah perilaku kerja arsitek, bukan hal-hal yang bersangkutan dengan perasaan dari seseorang terhadap yang lainnya,
b. Apa yang ingin dicapai dengan lebih baik atau yang harus dikurangi atau malah ditiadakan atau apa pula yang perlu dipertahankan,
c. Semua keinginan dan hatapan-harapan harus ditulis dan dikomunikasikan,
d. Tidak ada satnpun yang akan mengalami modernisasi kecuali memang diperlukan dan disetujui oleh semua pihak,
e. Akan ada suatu waktu tertentn di mana setiap orang akan melakukan perundingan untuk menyusun suatu kontrak yang secara jelas menegaskan perilaku arsitek apa dan mana yang harus mengalami perubahan.

Teknik Analysis Peranan Arsitek Pemegang Proyek

peranan arsitek
Suatu persyaratan seorang arsitek yang dikonsensuskan secara bersama akan mendorong kepuasan dan perilaku yang produktif. Langkah-langkah Secara keseluruhan dalam pelaksanaan Teknik Analysis Peranan ini dilakukan dengan melalui 5 (lima) langkah yaitu:

Langkah 1:
Merupakan langkah untuk melakukan analisis terhadap peran utama yang dilakukan oleh seseorang dalam aktifitas team atau organisasi. peranan arsitek dan tempat suatu posisi dalam suatu team atau organisasi dan kepentingan sentralnya dalam keseluruhan organisasi diteliti bersamaan dengan fungsi-fungsi khusus dari organisasi itu. Fungsi-fungsi khusus tadi ditulis di papan tulis dan selanjutnya didiskusikan oleh seluruh arsitek team organisasi. Perilaku-perilaku yang dikenalkan ditambah dan dikurangi sampai pada suatu keadaan pemegang proyek itu sendiri merasa puas, karena baik yang bersangkutan maupun arsitek lain yakin bahwa rumusan peranan tersebut sudah dianggap jelas.

Langkah 2:
Adalah pengujian terhadap peran yang diharapkan oleh arsitek kelompok yang lainnya. Pada tahap ini pemegang jabatan tertentu membuat suatu daftar mengenai harapan harapannya tentang pemegang proyek yang lain. Daftar harapan tersebut terutama berhubungan dengan peran orang lain yang dapat mempengaruhi prestasinya. Daftar harapan tersebut didiskusikan, disesuaikan, ditambah dan dikurangi untuk kemudian disetujui bersama.

Langkah 3:
Meliputi usaha untuk menegaskan secara implisit harapan-harapan dan keinginan-keinginan dari para arsitek lain mengenai perilaku pemegang proyek tertentu. Dalam tahap ini para arsitek yang lain menegaskan apa yang mereka harapkan dari pemegang proyek tertentu. Diskusi tersebut haruslah merupakan hasil persetujuan bersama antara pemegang proyek tertentu dengan para arsitek yang lainnya.

Langkah 4:
Berdasarkan basil diskusi tersebut, maka pemegang peran yang tadinya merasa kurang jelas dimintakan untuk merumuskan secara tertulis keseluruhan hasil diskusi yang telah menjadi keputusan bersama tersebut. Hasil rumusan tersebut yang dikenal dengan sosok arsitek (role profile).

Ishwar Dayal dan John M. Thomas mengemukakan bahwa sosok arsitek tersebut akan terdiri dari:
a. a set of activities classified as to the prescribed and discretionary elements of the role.
b. the obligation of the role to each role in its set, and
c. the expectations of this role from others in its set.
Viewed in toto, this provides a comprehensive understanding of each individuals role space.

Langkah 5:
Sosok arsitek yang sudah ditulis tersebut kemudian dinilai kembali secara singkat dalam pertemuan berikutnya. Hal ini perlu dilakukan sebelum diadakan penelitian terhadap pemegang proyek berikutnya. Sosok arsitek yang sudah disetujui dan ditetapkan bersama tersebutlah yang nantinya menjadi dasar bagi pemegang tugas dan fungsi tertentu dalam melaksanakan perannya. Sebagai salah satu teknologi Pengembangan Organisasi, maka Teknik Analisis Peranan ini merupakan suatu teknik intervensi yang sangat penting terutama dalam mengatasi perasaan enggan untuk berubah (resistance to change). Baik pemegang proyek tertentu maupun arsitek kelompok lainnya tidak terlalu merasakan adanya ikut campur dari yang lainnya. Mereka akan merasakan bahwa semua itu sebagai suatu proses saling membantu.

Hal ini merupakan salah satu kekuatan dari Teknik Analisis Peranan. Sebab, sebagaimana diketahui, salah satu kesulitan dalam proses kerjasama adalah adanya keengganan untuk membahas secara bersama dan terbuka akan hal-hal yang berkenaan dengan harapan, keinginan dan kewajiban bersama. Pengalaman kita menunjukkan bahwa sering sekali kita bertanya pada diri sendiri mengapa orang lain tidak berperan sebagaimana yang kita harapkan, padahal mungkin pemegang tugas dan fungsi itu sendiri sudah merasa bahwa ia telah melakukan peranannya sebaik-baiknya. Atau secara singkat, kesulitan dalam kerjasama sering terjadi semata-mata karena adanya perbedaan pemahaman tentang peranan yang harus dilakukan seseorang.

Uraian tersebut di atas memberikan suatu kesimpulan bahwa Teknik Analisis Peranan bukan saja bermanfaat untuk mengklasifikasikan secara bersama peranan yang harus dilakukan oleh seseorang pemegang tugas dan fungsi tertentu. Tetapi yang lebih penting adalah mengembangkan rasa keterikatan dari arsitek yang lain terhadap peranan orang lain dan peranannya sendiri.

Langkah Klien Dalam Konsultasi Dengan Arsitek

konsultan arsitek
Pengembangan Team, yaitu sama memberikan perhatiannya kepada proses desain. Perbedaannya terletak pada titik perhatian dari konsultasi terhadap tahapan diagnosis dan pemahaman atas desain yang menyebabkan terjadinya suatu peristiwa. Juga nampak bahwa peranan dari konsultan arsitek tidak terlalu banyak memberikan pengarahan dan juga tidak berusaha untuk langsung memecahkan persoalan secara sendiri. Apa yang dia lakukan adalah berusaha agar anggota organisasi itu dapat lebih menentukan apa yang akan mereka lakukan sendiri.

Langkah-langkah pelaksanaan Konsultasi Agar maksud dan tujuan dari konsultasi tersebut dapat terlaksana dengan baik, maka Edgar Schein menyarankan 6 langkah utama. Keenam langkah dimaksud adalah:
1. Initiate contact,
2. Define the relationship,
3. Select a setting and method,
4. Gather data arsitek and make diagnosis,
5. Intervene,
6. Reduce involvementand terminate.

Initiate Contact atau memulai kontak. Langkah ini adalah permulaan kontak antara klien dengan konsultan arsitek. Dalam kontak tersebut maka biasanya klien menyampaikan pokok persoalan yang dirasakan tidak dapat dipecahkan melalui prosedur organisasional yang ada dan ataupun dengan mempergunakan sumber daya yang ada di dalam organisasi itu sendiri. Define the relationship atau perumusan hubungan kerja. Pada langkah kedua ini maka. kedua belah pihak merumuskan secara tegas tentang hasil yang diharapkan, waktu dan imbalan yang tersedia. Selain itu juga sangat penting untuk melakukan kontrak psikologis dalam  dukungan dan jaminan moral apa yang disediakan oleh kedua belah pihak.

Select a setting and method atau pemilihan tempat dan metoda kerja. Pada langkah ini ditentukan aspek unit atau bidang apa yang perlu disempurnakan, termasuk juga penentuan metoda yang akan dipergunakan. Pada langkah inilah seorang konsultan arsitek harus sudah dapat memahami dimana dan bagaimana tugasnya. Gather arsitek and make a diagnosis atau Pengumpulan data arsitek dan pembuatan diagnosis. Berdasarkan data arsitek yang dikumpulkan melalui daftar pertanyaan, observasi dan wawancara, maka seorang konsultan arsitek sudah dapat melakukan diagnosis pendahuluan.

tips cara memilih arsitek

Dikatakan sebagai diagnosis pendahuluan karena proses pengumpulan data arsitek dan diagnosis tersebut: berjalan secara bersamaan dan terus-menerus selama kegiatan konsultasi, Intervene atau mulai melakukan kegiatan intervensi. Pada langkah ini, maka konsultan arsitek dengan sepengetahuan klien mulai membantu klien dalam menyusun agenda acara, memberikan umpan balik, melakukan coaching dan mengadakan intervensi struktural. Reduce involvement and terminate atau pengurangan keterlibatan dan pemutusan hubungan kerja.

Dalam langkah terakhir ini maka konsultan arsitek mulai melepaskan diri dari kegiatan kliennya. Proses kegiatan pelepasan diri ini harus dilakukan secara bertahap, terutama untuk mempersiapkan klien untuk dapat meneruskan tindak lanjut dari usaha-usaha perbaikan sebelumnya. Walaupun sudah dilakukan pemutusan hubungan kelja bila dianggap perlu konsultan arsitek dapat saja dimintakan untuk masuk kembali. Manfaat dan kerugian Konsultasi Michael E. McGill mengemukakan 3 tujuan dari konsultan arsitek yang dapat memberikan kemanfaatan bagi klien. Ketiga manfaat dimaksud adalah:
1. To make the client group aware of the process they use to accomplish their work, to show how they work. Untuk membuat kelompok kliennya sadar akan berbagai proses yang mereka lakukan dalam menyelesaikan pekerjaan mereka, (dan) untuk menunjukkan bagaimana mereka bekerja.

2. To make the client aware of consequences of these key processes for groups work, to show the ways in which how they work affects what they do. Untuk membuat klien sadar akan akibat-akibat dari proses utama tadi terhadap pekerjaan kelompok, untuk menunjukkan bagaimana cam mereka mempengaruhi pelaksanaan kerja.

3. To present the client with alternative processes, new ways of doing the work, which the group may choose to try. Memberikan beberapa proses alternatif kepada klien, cara baru untuk melakukan pekerjaan, yang mungkin dapat mereka coba.

Program Pengembangan Organisasi Arsitek Skills Workshop

organisasi arsitek
Suatu tim arsitek yang terdiri dari mereka yang terlibat dalam kegiatan produksi mengadakan lokakarya selama 2 hari. Lokakarya tersebut dilakukan dengan melalui latihan yang bersifat memberikan pengalaman. Maksud utama dari lokakarya tersebut adalah untuk melakukan proses pencairan (unfreezing), sehingga berbagai kelompok kerja yang ada siap untuk menerima perubahan.

Data Collection.
Suatu survai diadakan dengan mempergunakan daftar pertanyaan (kuesioner). Survai tersebut; diadakan dengan maksud untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan iklim organisasi, perilaku pimpinan dan isi atau jenis pekedaan dari para penyelia (supervisor).

Rabu, 28 Januari 2015

Bagaimana peran Seorang Arsitek Dalam Membantu Keluarnya Proses Perizinan Pembangunan?

Di Negara-negara maju, ada lebih dari 40.000 aplikasi izin perencanaan yang diajukan dewan lokal setiap tahun dan lebih dari 90% di antaranya disetujui. Bagaimana aplikasi ini memutuskan dan peran apa bagi seorang arsitek untuk bermain dalam proses ini?

Aturan yang rumit

Pertama-tama aturan untuk perencanaan sangat rumit dan siapa pun yang berpikir untuk memulai setiap jenis ekstensi perencaan rumah, membangun baru ataupun merubah bagian dari sudut rumahnya, maka keterlibatan layanan profesional arsitek harus diikutsertakan pada awal proyek tersebut.

Kebanyakan izin perencanaan diberikan di tingkat kota dan mereka memiliki hak untuk memberi izin atau tidak.


jasa arsitek murah;

Anda mungkin tidak perlu izin perencanaan.

Dalam membangun sedikit dari bagian rumah yang bisa menganggu rumah tetangga Anda, apakah memerlukan izin atau tidak, maka Anda perlu bertanya kepada tetangga Anda! Tetangga Anda akan memiliki hingga empat belas hari untuk member komentar atau keberatan dengan rencana dan dalam kasus tertentu.

Pertimbangan perencanaan

Kantor perencanaan kota harus mempertimbangkan sejumlah besar hal-hal ketika mereka menerima aplikasi permohonan izin mendirikan rumah. Mereka bertanggung jawab untuk memastikan dan mengendalikan perubahan positif di seluruh kota, untuk menjaga bangunan bersejarah dan daerah lain yang memiliki keindahan alam serta mendorong regenerasi perkotaan dan proyek-proyek pembangunan yang berkelanjutan.

Biasanya ini banyak terjadi gesekan tapi arsitek harus dapat menjaga hubungan kerja yang baik dengan kantor perencanaan kota dan menerima apa yang akan dilarang dan apa yang dibolehkan. Hubungan ini dapat menghemat waktu dan uang.

Ada tiga kemungkinan hasil izin perencanaan mendirikan bangunan.

1. izin diberikan tanpa syarat
2. izin diberikan dengan kondisi
3. izin tidak diberikan

Dinas Tata Kota sekitar 80% dari kasus yang ada membuat keputusan dalam waktu 7 hari setelah menerima aplikasi permohonan perizinan.

Tergantung pada hasil yang Anda perlukan dan bicarakan dengan arsitek Anda sesuai kondisi proyek Anda, untuk menjelaskan kondisi apapun kepada dinas terkait tersebut, sehingga Anda dapat melihat manfaat yang jelas akan keterlibatan arsitek pada awal proyek dan bagaimana mereka dapat memuluskan jalan menuju persetujuan perencanaan yang akan diberikan.

Itulah keuntungan bila menggunakan arsitek dalam membangun rumah dimana Anda akan terbantu dalam setiap aspeknya. Peraturan dan hukum tentu berbeda dari daerah satu ke daerah lainnya bahkan negara ke Negara. Misalnya seorang arsitek yang berbasis di Jakarta akan memiliki pengetahuan lokal lebih sedikit dari wilayah Bandung dan begitu juga sebaliknya. Arsitek lokal sama dengan pengetahuan lokal dan dalam proyek konstruksi pengetahuan lokal dapat menghemat waktu dan uang!