Ini Dia Tips Cara Memilih Arsitek Profesional

Anda sedang mencari seorang arsitek untuk rumah impian Anda? Tapi masih bingung bagaimana cara memilih arsitek yang profesional. Berikut tips cara memilih arsitek profesional.

Berapa Biaya Arsitek Itu Sebenarnya?

Biaya jasa arsitek mahal ngga ya? Bingung nih... Mau tau berapa biaya jasa arsitek sebenarnya? Simak liputan berikut ini.

Bagaimana Cara Agar Rumah Asri dan Terlihat Nyaman?

Apakah rumah Anda masih terasa kurang nyaman? Jangan panik, berikut tips cara menata interior agar rumah terasa lebih nyaman

Model Rumah Apakah Yang Sedang Ngetrend Di Tahun 2015 Saat Ini?

Anda sedang mendesain rumah, tapi masih bingung menentukan sytlenya. Berikut ulasan seputar gaya style rumah di tahun 2015 ini.

Bagaimana Cara Melakukan Renovasi Rumah Yang Benar?

Anda ingin merenovasi rumah ya? Tapi masih bingung tahap apa yang harus dilakukan. Berikut tips langkah dalam proses renovasi.

Senin, 02 Maret 2015

Perubahan Pendesainan Arsitek Dalam Penggambaran Konsep Desain

konsep desain gambar arsitek
Dalam pelaksanaannya, kemudian para arsitek melihat pentingnya peranan variabel sosial pada produktifitas kerja. Atas dasar itu dilakukanlah studi yang sistematis terhadap pengaruh faktor manusia terhadap pekerjaan dan kondisi kerja! Walaupun banyak kritik pada obyektifitas pendesainan tersebut, namun tidak dapat dipungkiri bahwa Elton Mayo dan kwan-kawan telah mempelopori kegiatan yang menjadi dasar daripada penelitian tindak nyata. Hal ini disebabkan karena Elton Mayo dan kawan-kawanlah yang pertama kali mulai melakukan suatu pendesainan yang bertujuan untuk mengadakan perbaikan dan penyempurnaan.

Selanjutnya ada dua hal penting yang disumbangkan oleh penelitian tersebut, yaitu:
a. Data yang diperoleh dari penggambaran haruslah menjadi dasar untuk melakukan perubahan;
b. Bahwa penggambaran dapat dilakukan bersama antara arsitek dengan pengguna, sehingga hasil yang diperoleh bukan hanya bermanfaat bagi peneliti, tetapi juga untuk pimpinan organisasi tersebut sebagai bahan untuk mengadakan perubahan dan perbaikan organisasi.

Suatu studi eksperimental lainnya adalah yang dilakukan oleh Coach dan French. Studi tersebut ingin mencari jawaban atas pertanyaan: Moda apakah yang paling efektif untuk melakukan perubahan teknologis? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka Coach dan French mempergunakan dua moda partisipasi, yaitu: partisipasi arsitek melalui perwakilan (representative participation) dan partisipasi arsitek menyeluruh (total participation). Dengan menggunakan kedua moda tersebut, maka mereka mendapatkan jawaban yaitu penggunaan moda tersebut selain mempengaruhi penerimaan para pekerja terhadap teknologi baru, juga mempengaruhi produktifitas kerja.

Disimpulkan bahwa produktifitas kerja akan meningkat dengan lebih cepat bila terdapat partisipasi menyeluruh dari semua mereka yang terkena perubahan. Selain itu, hal yang sangat menarik adalah bahwa mereka mulai memperkenalkan adanya arsitek pengendali (control group) di samping arsitek eksperimental. Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, terdapat berbagai macam kritik pada ketepatan pendesainan tindak nyata sebagai metodologi. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa kedua pendesainan tersebut memberikan sumbangan tertentu terhadap perkembangan konsepsi penggambaran tindak nyata.

Selanjutnya pentingnya penelitian tindak nyata menjadi lebih meningkat dengan berkembangnya teori Dinamika Arsitek dari Kurt Lewin Hasil pekerjaan atau pengamatan Kurt Lewin terhadap dinamika arsitek dan konsepsualisasinya terhadap proses perubahan berencana memberikan sumbangan khusus pula pada penelitian tindak nyata. Salah satu dalilnya yang penting adalah bahwa dalam melakukan perubahan sosial, maka proses dan teknik penelitian sosial memegang peranan penting dalam mengarahkan dan melaksanakan usaha-usaha perubahan berencana. Kurt Lewin melihat bahwa Wzction research and utilization of knowledge involved a proses of analysis, information gathering, action planning, action and evaluation.

Suatu penggambaran tindak nyata dan penggunaan pengetahuan (sosial, penulis) meliputi proses analisis, pengumpulan data, perencanaan dan pelaksanaan tindakan dan evaluasi. Pandangan Kurt Lewin tadi sangat menarik, karena ia melihat adanya hubungan yang serasi dan terus-menerus antara arsitek dengan kegiatan pendesainan sosial, (yaitu kegiatan analisis dan pengumpulan data) dengan tindakan sosial (perencanaan dan pelaksanaan tindakan). Dengan perkataan lain, Kurt Lewin melihat bahwa penggambaran tindak nyata merupakan strategi penting dalam merencanakan dan melaksanakan perubahan sosial. pendesainan tindak nyata merupakan cara atau alat untuk mempengaruhi tindak-tanduk dan sistem nilai dari arsitek manusia, yang dalam perkembangannya dapat digunakan untuk keperluan yang lebih luas lagi.

Penelitian Terhadap Penggambaran Arsitek Dalam Sebuah Desain

gambar desain arsitek
Hal ini berarti pula bahwa dasar-dasar teorinya berkembang dari suatu hasil penelitian arsitek tertentu dan dalam suatu situasi tertentu pula. Oleh sebab itu, penelitian oleh arsitek sebagai salah satu teknologi dari pengembangan organisasi, sering juga dikatakan sebagai suatu teknologi yang dangkal sehingga kurang dapat memenuhi persyaratan sebagai suatu metodologi yang dapat berlaku secara universal. Kritik seperti ini terutama datang dari mereka yang menganut paham adanya ilmu sosial mumi. Mereka ini pada umumnya berpendapat bahwa penelitian tindak nyata merupakan suatu metoda yang kurang dapat dipertanggungjawabkan obyektifitasnya, kurang dapat dengan jelas merumuskan persoalannya dan terutama kurang dapat direncanakan dan dikendalikan pelaksanaannya.

Mereka selanjutnya berpendapat bahwa kelemahan-kelemahan arsitek tersebut tidaklah sesuai dengan tuntutan umum dari suatu metodologi penggambaran karena sering terlalu berorientasi kepada keinginan konsumer ataupun klien. Sebaliknya para pendukungnya berpendapat bahwa suatu penggambaran yang dilakukan oleh arsitek bukanlah sekedar untuk penggambaran itu saja. Suatu penggambaran sosial selalu bertujuan untuk mempelajari suatu keadaan tertentu dan pengetahuan tersebut selalu ditujukan untuk perbaikan dan peningkatan.

Para pendukungnya sangat yakin bahwa penelitian tindak nyata merupakan suatu metoda yang praktis dan pragmatis terutama dalam memahami dan mengadakan perubahan sosial. Gambar arsitek tentang Perbandingan antara Action Reseafch dengan berbagai macam metoda research lainnya telah memberikan gambaran umum kepada kita semua mengenai hal itu.

Selanjutnya pandangan terakhir ini menimbulkan akibat yang kurang menguntungkan bagi perkembangan konsepsi penggambaran tindak nyata, yaitu timbulnya anggapan bahwa penggambaran si arsitek tindak nyata bukanlah suatu metoda yang baik bagi suatu penggambaran yang bermaksud untuk mendapatkan teori dan dalil baru. Tetapi yang lebih kurang-menguntungkan lagi adalah timbulnya suatu pendapat yang secara jelas mempertentangkan keabsahan teori atau ilmu dengan kenyataan atau praktek sehari-hari. Da1am kaitan ini maka penggambaran tindak nyata sesungguhnya mengandung kedua aspek tersebut.

Di satu pihak ia mengandung unsur teori atau ilmu dalam arti ia dapat digunakan untuk menyusun teori baru yaitu dengan menggunakan kelompok manusia tertentu sebagai laboratorium. Selanjutnya di pihak lain dengan hasil penemuan tersebut dapat dilakukan usaha-usaha perubahan sosial.

PERKEMBANGAN KONSEPSI MENGENAI PENELITIAN TINDAK NYATA.
Uraian terdahulu memberikan gambaran pada kita bahwa penelitian tindak nyata berkembang sebagai suatu hasil usaha dari para arsitek sosial yang bermaksud untuk menemukan dalil-dalil yang efektif bagi usaha melakukan suatu perubahan sosial. Karena kenyataan historis tersebut, maka sesungguhnya cukuplah sulit untuk menentukan kapan sesungguhnya teknologi ini mulai berkembang. Setiap arsitek yang menemukan suatu dalil baru dan kemudian menggunakan untuk melakukan suatu perubahan sosial sesungguhnya juga merupakan pengembang dari penelitiap tindak nyata. Namun demikian dilihat dari segi konsep sendiri maka terdapat dua kelompok ahli yang mengembangkan penelitian tindak nyata.

Kelompok-kelompok tersebut adalah kelompok arsitek dan kelompok lainnya lagi adalah kelompok arsitek gejala-gejala kelompok. Kelompok pertama memberikan perhatian pada gejala-gejala organisasional dan kaitannya dengan produktifitas dan tingkat prestasi. Selanjutnya kelompok kedua terutama memberikan perhatian terhadap pengaruh dari kelompok terhadap proses pengambilan keputusan, pemecahan persoalan, saling mempengaruhi, kepemimpinan dan struktur organisasi. Kelompok pertama antara lain diwakili oleh Elton Mayo dan kawan-kawan dari Universitas Harvard yang juga dikenal dengan Studi Hawthorne. Studi mereka merupakan suatu studi ilmiah dengan mempergunakan percobaan lapangan. Suatu survai terhadap sekelompok pekerja di sebuah pabrik telah dilakukan oleh sekelompok arsitek dari Universitas Harvard untuk menyusun suatu program latihan bagi para supervisor dan untuk mempelajari bagaimana pengaruh kondisi phisik terhadap produktifitas kerja.

Proses Perubahan Pengembangan Desain Arsitek

pengembangan desain arsitek
Selain keuntungan atau manfaat dari desain arsitek, terdapat dua kerugian atau kekurangan dari proses konsultasi. Kedua kelemahan tersebut adalah:

1. Keterlibatan para anggota arsitek hanya terbatas kepada mereka yang langsung menjadi klien. Hal ini merupakan kelemahan utama dari proses konsultasi dibandingkan dengan teknologi Pengembangan Arsitek yang lainnya.

2. Teknologi ini memerlukan waktu, tenaga dan biaya yang cukup besar, karena pemahaman suatu hal relatif lebih sulit dari sekedar melihat suatu hasil akhir. Namun demikian hasil berbagai penelitian menunjukkan bahwa manfaat dari proses konsultasi relatif lebih besar daripada kerugiannya. Mengingat konsultasi manajemen merupakan teknologi yang cukup penting, maka khusus untuk ini akan dibahas secara khusus dalam Bab tersendiri.

PENELITIAN TINDAK NYATA ACTION RESEARCH.
Pentingnya berbagai usaha dan tindakan untuk mengendalikan berbagai perubahan sudah sejak lama dirasakan keperluannya. Berkembangnya berbagai konsepsi dan teori mengenai perbaikan desain pada umumnya dan perbaikan serta pengembangan arsitek pada khususnya merupakan salah satu implikasi dari keadaan tersebut. Dikemukakan demikian, karena arsitek dan juga pengembangannya sesungguhnya merupakan suatu konsepsi dan pendekatan yang bertujuan untuk menciptakan, melaksanakan dan mengendalikan perubahan. Sebagaimana telah dikemukakan salah satu aspek penting dari perbaikan dan pengembangan arsitek adalah bahwa proses tersebut dipengaruhi oleh pandangan dan pengalaman yang berasal dari ilmu-ilmu perilaku terapan.

Pandangan tersebut bertitik-tolak dari pengetahuan-pengetahuan yang berkaitan dengan hal-hal mengenai perilaku manusia dalam arsitek ataupun secara umum dikenal dengan istilah perilaku arsitek. Sebagaimana diketahui Bennis, Benne dan Chin merumuskan perbaikan berencana sebagai 21 deliberate and conscious effort to improve the operation of a human system through the application of systematic and appropriate knowledge to create intelligent action and change aimed at the solution of social problems.

Atau perubahan berencana adalah suatu usaha yang secara bersama dan sadar dilakukan untuk memperbaiki tindakan (perilaku) manusia dengan menggunakan pengetahuan yang sistematis dan tepat sehingga terdapat suatu tindakan tepat bagi pemecahan masalah sosial. Rumusan Bennis dan kawan-kawan memberikan perhatian utama akan pentingnya penggunaan pengetahuan yang sistematis dan tindakan-tindakan yang tepat serta hubungan antara kedua istilah tersebut. Hal inilah nantinya yang akan menjadi titik tolak dalam menguraikan pengertian Penelitinn Tindak Nyata atau Action Research. Bab ini akan menguraikan pengertian tindak nyata dan peranannya dalam perbaikan dan pengembangan arsitek yang berencana.

PENGERTIAN PENELITIAN TINDAK NYATA.
Penelitian Tindak Nyata merupakan suatu proses dan juga alat dalam kegiatan perubahan dan pengembangan arsitek. Ia merupakan suatu metode pengumpulan data, tetapi juga ia merupakan alat atau teknik yang di dalamnya terdapat berbagai teknologi yang dapat digunakan untuk berbagai macam kepentingan dan tujuan. Di dalamnya juga terkandung berbagai persyaratan dan konsekuensi dalam penggunaannya. Karena adanya dua arti tersebutlah maka terdapat pula beberapa definisi, dalam arti ada yang lebih menitik-beratkan pada kedudukannya sebagai alat dan ada pula yang lebih banyak melihatnya sebagai suatu pekerjaan atau malahan kedua-duanya. Sebagaimana telah dimaklumi, salah satu landasan daripada pengembangan arsitek adalah teori-teori ilmu sosial yang berorientasi pada disiplin tertentu.

Minggu, 01 Maret 2015

Bagaimana Konsultan Arsitek Dalam Intervensi Kewenangannya

konsultan arsitek
Schein mengemukakarn bahwa, pusat perhatian daripada konsultan arsitek adalah pada proses, seperti: berbagai macam tindakan orang-orang yang terjadi dalam lalu-lintas pekerjaan, dalam penyelenggaraan rapat pertemuan, dan dalam melakukan hubungan secara formal dan informal. Hal yang paling khusus adalah yang berkaitan dengan tindakan para klien tersebut dan dampaknya terhadap orang lain.
Beberapa aspek proses yang menjadi pusat perhatian. Adapun data yang berkaitan dengan proses yang umumnya diperlukan dalam melakukan konsultasi proses adalah:

1. Komunikasi Bagaimana proses arus informasi terjadi di antara para anggota arsitek, dalam arti bagaimana isinya disampaikan, bukannya isi apa yang disampaikan?

2. Peranan dan fungsi anggota dalam organisasi. Siapa mengerjakan apa, dan jika kelompok sedang bekerja maka bagaimana dilakukannya?

3. Pemecahan Persoalan dan Pengambilan Keputusan dalam kelompok. Bagaimana pendekatan pimpinan terhadap pemecahan persoalan? Bagaimana kelompok itu sampai pada keputusan?

4. Norma Kelompok. Ketentuan formal dan informal apakah yang menuntun perilaku kelompok? Bagaimana pengaruhnya terhadap apa yang akan dilakukan?

5. Kepemimpinan dan Kewenangan Bagaimana organisasi menangani hal-hal yang berhubungan dengan kepemimpinan dan kewenangan? Siapa yang memimpin secara formal? Secara informal? Bagaimaha? Apakah kewenangan ada berdasarkan kedudukan, atau atas dasar keahlian dan kecakapan?

6. Kerjasama dan Persaingan. Bagaimana organisasi yang satu bekerjasama dengan kelompok yang lain?

7. Konflik Bagaimana organisasi menangani konflik? Secara konstruktif atau membangun? Secara destruktif atau merusak? Atau diabaikan? Sebagai suatu teknologi Pengembangan Arsitek, maka konsultasi proses dapat mencakup berbagai macam teknik intervensi. Hal ini dapat terlihat jelas dari pernyataan Edgar Schein yang mengemukakan: The job of the process consultant is to help the organization to solve its own problems by making it aware of organizational processes, of the consequences of these processes, and of the mechanisms by which they can be changed, The ultimate concern of the process consultant is the organizations capacity to do for itself what he has done for it. Where standard consultant is more concerned about passing on his knowledge, the process consultant is concerned about passing on his skills and values.

Tugas dari konsultan arsitek adalah untuk membantu suatu arsitek untuk secara sendiri memecahkan persoalannya melalui usaha membuat arsitek itu sadar akan proses arsitekonal yang berlaku, akan akibat-akibatnya dan mengenai mekanisme (peranti) yang dapat dipergunakan untuk merubahnya. Ujung tombak dari konsultan arsitek proses adalah kemampuan arsitek itu sendiri untuk melakukannya secara swadaya apa yang telah dilakukan oleh konsultan arsitek. Bila konsultan arsitek biasa lebih memberikan perhatian kepada usaha memberikan pengetahuan, maka konsultan arsitek lebih mengutamakan pada usaha untuk memberikan ketrampilan dan nilai-nilai yang ada di dalamnya.

Beberapa bentuk teknik intervensi. Selanjutnya Edgar Schein mengemukakan beberapa bentuk intervensi yang dapat dilakukan oleh konsultan arsitek, yaitu:
1, Intervensi dalam penentuan agendaacara, yang meliputi: Pertanyaan-pertanyaan yang langsung berkaitan dengan masalah-masalah hubungan antar perorangan. Periode analisis proses, acara penilaian dan prosedur pengujian, pertemuan rapat mengenai proses hubungan antar perorangan.   Masukan konseptual mengenai topik proses hubungan antar perorangan.

2, Penyampaian umpan balik atas data hasil observasi ataupun data lainnya, mencakup: Umpan balik kepada kelompok selama proses analisis ataupun melalui waktu kerja biasa. Umpan balik kepada perseorangan sesudah pertemuan ataupun sesudah kegiatan pengumpulan data.

3, Coaching atau bimbingan perorangan.

4. Saran-saran struktural, berkenaan dengan Keanggotaan kelompok, Pola komunikasi atau interaksi, Pembagian kerja, pemberian tanggung jawab dan kewenangan operasional.

Dari gambaran di atas nampaknya Edgar Schein menyarankan agar para konsultan arsitek selalu bekelja menurut tahapan tergebut di atas, yaitu penyusunan agenda, penyampaian umpan balik, pembimbingan dan penyampaian saran struktural. Dia tidak menyarankan keterlibatan konsultan arsitek dalam memecahkan  persoa1an yang bersifat substantif, karena tidak sesuai dengan makna dan tujuan dari konsultasi proses itu sendiri. Dengan penjeiasan tersebut, maka jelaslah bahwa terdapat kesamaan dengan teknologi.

Proses Desain Arsitek Dari Data Yang Masuk

desain arsitek
Institut for Social Research atas dasar pengalaman mereka menyusun aspek-aspek data yang perlu dikumpulkan sebagai berikut:
Satisfaction with work group. Langkah-langkah Umpan Balik Survai Secara singkat bahwa daya guna dari Umpan Balik Survai akan ditentukan oleh tingkat validitas data yang dikumpulkan, tingkat tanggung jawab para anggota terhadap data yang sudah ditemukan dan tingkat kesediaan para anggota arsitek tersebut untuk memperbaiki arsitek mereka. Untuk itu, maka Institute for Social Research menyarankan 5 (lima) langkah sehagai berikut:

Langkah Pertama: Anggota arsitek yang berada pada pucuk pimpinan harus diikutsertakan pada perencanaan pendahuluan.

Langkah Kedua: Desain harus dikumpulkan dari seluruh desain arsitek.

Langkah Ketiga: Desain yang dikumpulkan harus diumpan-balikkan kepada pucuk pimpinan team (arganisasi, pen.) dan selanjutnya diteruskan ke bawah melalui kelompok fungsional.

Langkah Keempat: Setiap atasan hendaknya meneruskannya kepada bawahan mereka masing-masing dengan mendiskusikan desain tersebut, dan para bawahan dimintakan untuk:
a. menginterpretasikan desain termaksud,
b. membuat rencana perbaikan yang bersifat konstruktif,
c. membuat rencana untuk meneruskan desain tersebut pada tingkat-tingkat yang lebih bawah.

Langkah Kelima: Pada umumnya dalam pertemuan-pertemuan penyampaian kembali data tersebut dipergunakan juga konsultan yang membantu para atasan dalam mempersiapkan pertemuan tersebut dan juga yang dapat berperan sebagai data sumber. Dengan adanya tahap-tahap tersebut maka beberapa manfaat dari Umpan Balik Survai sebagaimana akan diuraikan berikut ini lebih mungkin dicapai.

Manfaat Umpan Balik Survai Ada 5 (lima) manfaat yang secara langsung dapat diperoleh dari penggunaan teknologi Umpan Balik Survai. Keempat manfaat yang dimaksud adalah:

1. Adanya survai yang mencakup berbagai aspek persoalan dan tingkatan pegawai akan membantu proses pemahaman terhadap berbagai macam persoalan administrasi, arsitek dan manajemen.

2. Adanya keikutsertaan dari para anggota arsitek dalam proses persiapan maupun pelaksanaannya akan dapat mengurangi adanya keengganan penolakan terhadap perubahan.

3. Berkembangnya hubungan antara konsultan dengan klien yang lebih serasi.

4. Adanya perasaan dari para klien bahwa desain yang diolah adalah desain yang mereka yakini relevan dan tepat untuk memecahkan persoalan.

5. Kesemua hal tersebut dapat mendorong proses keterbukaan dalam arsitek yang merupakan prasyarat bagi berkembangnya manajemen yang partisipatif, suatu gaya manajemen yang diperkirakan akan menjadi gaya umum bagi manajemen pada masa yang akan datang.


KONSULTASI PROSES (THE PROCESS CONSULTATION)
Sebagaimana nama dari teknologi ini sendiri, konsultasi proses merupakan suatu pendekatan dan metoda yang terutama berkaitan dengan usaha intervensi terhadap proses yang terjadi dalam kelompok, antar kelompok ataupun arsitek. Usaha intervensi tersebut dilakukan dengan melalui bantuan konsultan. Tokoh utama dari teknologi ini adalah Edgar Schein yang selain juga banyak menulis tentang teknologi ini, juga sering mempergunakannya dalam kegiatan pengembangan arsitek.

Edgar Schein mendefinisikan Konsultasi proses sebagai a set of activities on the part of consultant which help the client to perceive, understandhand act upon process events which occur in the clients enuironment. Atau suatu himpunan kegiatan pihak konsultan untuk membantu klien dalam merasakan, mengartikan dan bertindak terhadap peristiwa mengenai proses yang berlangsung di dalam lingkungan klien. Asumsi dasar yang melandasi termologi ini adalah bahwa melalui proses tersebut para konsultan dapat berbuat banyak dalam membantu kliennya untuk mendiagnosis dan memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh suatu arsitek yang kompleks.